Dampak yang terjadi dan solusi lingkungan yang rusak akibat penambangan batu bara
A. Dampak penambangan batu bara
Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan yang terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah,udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya , dsb. Sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.
Ø Dampak terhadap lingkungan
Setiap kegiatan penambangan baik itu penambangan batu bara, nikel, dan marmer serta lainnya pasti menimbulkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya. Dampak positifnya adalah meningkatkan devisa negara dan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja. Sedangkan dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokkan dalam bentuk kerusakan permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya permukan bumi ( land subsidance), dan kerusakan jalan karena transportasi alat berat.
Seperti halnya aktvitas pertambangan lain di Indonesia, pertambangan batu bara juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang cukup besar. Penambangan batu bara secara langsung menyebabkan pencemaran antara lain:
· Pencemaran air
Permukaan batu bara yang mengandung pirit(besi sulfide) berinteraksi dengan air menghasilkan asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya ikan-ikan di sungai,tumbuhan dan biota air yang sensitif terhadap perubahan pH yang drastis.
· Pencemaran udara
Polusi/pencemaran udara yang kronis sangat berbahaya bagi kesehatan. Menurut logika udara kotor pasti mempengaruhi kerja paru-paru. Peranan polutan ikut dalam merangsang penyakit pernafasan seperti influenza, bronchitis, dan pneumonia serta penyakit kronis seperti asma dan bronchitis kronis.
· Pencemaran tanah
Penambangan batu bara dapat merusak vegetasi yang ada, menghancurkan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya, degradasi kualitas udara, mengubah pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat mengubah topografi umum daerah penambangan secara permanen. Disamping itu, penambangan batu bara juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagai gas rumah kaca. Kontribusi gas metana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan kontribusi sebesar 10,5% pada emisi gas rumah kaca. Aktivitas pertambangan batu bara juga berdampak terhadap peningkatan laju erosi tanah dan sedimentasi pada sempadan dan muara-muara sungai.
Ø Dampak terhadap manusia
Dampak pencemaran-pencemaran akibat penambangan batu bara terhadap manusia, munculnya berbagai penyakit antara lain;
· Limbah pencucian batu bara zat-zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika airnya dikonsumsi dapat menyebabkan kulit manusia seperti kanker kulit. Disamping itu debu batu bara menyebabkan polusi udara sepanjang jalan yang dijadikan aktifitas pengangkutan batu bara.
· Antaranya dampak negatifnya adalah kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh proses penambangan dan penggunaannya. Batu bara dan produk buangannya, berupa abu ringan,abu berat, dan kerak sisa pembakaran,mengandung berbagai logam berat: seperti arsenik,timbal,merkuri,nikel,vanadium,berilium,kadmadium,barium,cromium,tembaga,molibdenum,seng,selenium,dan radium yang sangat berbahaya jika dibuang di lingkungan.
Ø Dampak sosial dan kemasyarakatan
· Terganggunya arus jalan umum
Banyaknya lalu lalang kendaraan yang digunakan untuk angkutan batu bara berdampak pada aktivitas pengguna lain. Semakin banyaknya kecelakaan,meningkatnya biaya pemeliharaan jembatan dan jalan adalah sebagian dari dampak yang ditimbulkan.
B. Solusi terhadap dampak pertambangan batu bara
· Pendekatan teknologi, dengan orientasi teknologi preventif(control/protective) yaitu pengembangan sarana jalan/jalur khusus untuk pengangkutan batu bara sehingga akan mengurangi keruwetan masalah transportasi. Pejalan kaki akan terhindar dari ruang udara yang kotor. Menggunakan masker debu agar meminimalkan resiko terpapar/ terekspose oleh debu batu bara.
· Pendekatan lingkungan yang ditujukan bagi penataan lingkungan sehingga akan terhindar dari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan. Upaya reklamasi dan penghijauan kembali bekas penambangan batu bara dapat mencegah perkembang biakan nyamuk malaria. Dikhawatirkan bekas lubang/kawah batu bara dapat menjadi tempat perindukan nyamuk(breeding place).
· Pendekatan administratif yang mengikat semua pihak dalam kegiatan pengusahaan penambangan batu bara tersebut untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku(law enforcement).
· Pendekatan edukatif,kepada masyarakat yang dilakukan serta dikembangkan untuk membina dan memberikan penyuluhan/penerangan terus menerus memotivasi perubahan perilaku dan membangkitkan kesadaran untuk ikut memelihara kelestarian lingkungan.
0 komentar:
Posting Komentar