Kamis, 22 Januari 2026

Dampak yang terjadi dan solusi lingkungan yang rusak akibat penambangan batu bara

 

Dampak yang terjadi dan solusi lingkungan yang rusak akibat penambangan batu bara

 

A.  Dampak penambangan batu bara

Pencemaran lingkungan adalah suatu keadaan  yang  terjadi karena perubahan kondisi tata lingkungan (tanah,udara dan air) yang tidak menguntungkan (merusak dan merugikan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan) yang disebabkan oleh kehadiran benda-benda asing seperti sampah, limbah industri, minyak, logam berbahaya , dsb.  Sebagai akibat perbuatan manusia,  sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula.

 

Ø Dampak terhadap lingkungan

Setiap kegiatan penambangan baik itu penambangan batu bara, nikel, dan marmer serta lainnya pasti menimbulkan dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya. Dampak positifnya adalah meningkatkan devisa negara dan pendapatan  asli daerah serta menampung tenaga kerja. Sedangkan dampak negatif dari kegiatan penambangan dapat dikelompokkan  dalam bentuk kerusakan permukaan bumi, ampas buangan (tailing), kebisingan, polusi udara, menurunnya permukan bumi ( land subsidance), dan kerusakan jalan karena transportasi alat berat.

Seperti halnya aktvitas pertambangan lain di Indonesia, pertambangan batu bara juga telah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan  hidup yang cukup besar. Penambangan batu bara secara langsung menyebabkan pencemaran antara lain:

·       Pencemaran air

Permukaan batu bara yang mengandung pirit(besi sulfide) berinteraksi dengan air menghasilkan asam sulfat yang tinggi sehingga terbunuhnya  ikan-ikan di sungai,tumbuhan dan biota air yang sensitif terhadap perubahan pH yang drastis.

·       Pencemaran udara

Polusi/pencemaran udara yang  kronis  sangat berbahaya bagi  kesehatan. Menurut  logika udara kotor pasti mempengaruhi kerja paru-paru. Peranan  polutan ikut dalam merangsang penyakit  pernafasan seperti influenza, bronchitis, dan pneumonia serta penyakit kronis seperti asma dan bronchitis kronis.

·       Pencemaran tanah

Penambangan batu bara dapat merusak vegetasi yang ada, menghancurkan profil tanah genetic, menghancurkan satwa liar dan habitatnya,  degradasi kualitas udara, mengubah pemanfaatan lahan dan hingga pada batas tertentu dapat mengubah topografi umum daerah penambangan secara permanen.  Disamping itu, penambangan batu bara juga menghasilkan gas metana, gas ini mempunyai potensi sebagai gas rumah kaca. Kontribusi  gas metana  yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, memberikan  kontribusi sebesar  10,5%  pada emisi  gas rumah kaca. Aktivitas pertambangan batu bara juga berdampak terhadap peningkatan laju erosi tanah dan sedimentasi pada sempadan dan muara-muara sungai.

 

Ø Dampak terhadap manusia

Dampak pencemaran-pencemaran akibat penambangan batu bara terhadap manusia, munculnya berbagai penyakit antara lain;

·       Limbah pencucian batu bara zat-zat yang  sangat berbahaya  bagi kesehatan  manusia jika airnya dikonsumsi dapat menyebabkan kulit manusia seperti kanker kulit. Disamping itu debu batu bara menyebabkan polusi udara sepanjang jalan yang  dijadikan  aktifitas pengangkutan batu bara.

·       Antaranya dampak negatifnya adalah kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh proses penambangan dan penggunaannya. Batu bara dan produk buangannya, berupa abu ringan,abu berat, dan kerak sisa pembakaran,mengandung berbagai logam berat: seperti arsenik,timbal,merkuri,nikel,vanadium,berilium,kadmadium,barium,cromium,tembaga,molibdenum,seng,selenium,dan radium yang sangat berbahaya jika dibuang di lingkungan.

Ø Dampak sosial  dan kemasyarakatan

·       Terganggunya arus jalan umum

Banyaknya lalu lalang kendaraan yang digunakan untuk  angkutan batu bara berdampak pada aktivitas pengguna lain. Semakin banyaknya kecelakaan,meningkatnya biaya pemeliharaan  jembatan dan  jalan adalah sebagian dari dampak yang ditimbulkan.

 

B.   Solusi terhadap dampak pertambangan batu bara

·       Pendekatan teknologi, dengan orientasi teknologi preventif(control/protective) yaitu pengembangan sarana jalan/jalur khusus untuk pengangkutan batu bara sehingga akan mengurangi keruwetan masalah transportasi. Pejalan kaki akan terhindar dari ruang udara yang kotor. Menggunakan masker debu agar meminimalkan resiko terpapar/ terekspose oleh debu batu bara.

·       Pendekatan lingkungan yang ditujukan bagi penataan lingkungan sehingga akan terhindar dari kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan. Upaya reklamasi dan penghijauan kembali bekas penambangan batu bara dapat mencegah perkembang biakan nyamuk malaria. Dikhawatirkan bekas lubang/kawah batu bara dapat menjadi tempat perindukan nyamuk(breeding place).

·       Pendekatan administratif yang mengikat semua pihak dalam kegiatan pengusahaan penambangan batu bara tersebut untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang  berlaku(law enforcement).

·       Pendekatan edukatif,kepada masyarakat yang dilakukan serta dikembangkan untuk membina dan memberikan penyuluhan/penerangan terus menerus memotivasi perubahan perilaku dan membangkitkan kesadaran untuk ikut memelihara kelestarian lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © kelomang.my.id | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top